Koko Crunch Cookies

Suatu hari, saat kami sedang belanja di supermarket dekat rumah, Marsya minta dibelikan cereal yang mirip koko crunch kalo di Indonesia. Udah lama banget semenjak terakhir kali Marsya makan cereal di Bandung, respon terakhirnya sih kurang antusias makannya. Tapi saya coba belikan deh.. siapa tau dia sekarang jadi suka *usaha😀

Belilah 1 kotak besar ( karena emang gak ada yang kemasan mini). Setelah diujicobakan, ternyata responnya gak jauh ama sebelumnya.. huhu.. biasa, semangat diawal, kesini-kesininya ogah-ogahan kalo ditawarin makan cereal. Alhasil si cereal gak abis-abis.

Daripada keburu melempem, basi, atau kadaluwarsa, kayanya enak juga kalo diolah jadi kue-kuean. Kebetulan saya lagi kangen kue lebaran dan inget ada kue kering yang toppingnya dikasih koko crunch.

Setelah mencari wangsit dan melirik bunker bahan-bahan eksperimental, saya coba membuat si koko crunch cookies ini dengan sedikit modifikasi bahan dan judul resep😀 .  Resep aslinya saya dapat lagi dari website NCC disini ( NCC ini emang juara banget ya resep-resepnya! ah.. demen :D). Oiya, dan seperti biasa, karena khawatir gagal, saya buat 1/2 resep dulu.

koko Crunch Cookies

Bahan:
100 gr Nestle KOKO CRUNCH, blender halus. ( saya pakai bukan merk koko crunch tapi mirip-mirip lah rasanya..)
50 gr coklat chips ( saya gak pake )
300 gr mentega
250 gr gula halus ( saya 220 gr, karena gak terlalu suka manis)
4 btr kuning telur
350 gr tepung terigu
30 gr tepung maizena
40 gr susu bubuk
1 sdt Baking powder (BP)

Cara membuat:

  1. Campur tepung terigu, tepung maizena, ayak, sisihkan.
  2. Kocok mentega dan gula hingga lembut, tambahkan telur kocok cepat, tuang BP, kocok lagi satu menit.
  3. Masukkan campuran terigu, aduk rata, tuang koko crunch dan coklat chips, aduk rata.
  4. Bentuk bulatan dan susun diatas loyang yang sudah dipoles mentega tipis, beri jarak satu dengan lainnya, tekan perlahan dengan garpu.
  5. Panggang dalam oven hingga matang. Lk. 30 menit dengan suhu 150’C. –> saya coba 20 menit dengan suhu yang sama di oven saya ternyata bagian bawah kue sudah kecoklatan merata .

Tarraaaaa…. ini dia hasilnya :

cookies koko crunch tanpa topping koko crunch, meski minimalis rasanya tetep nyami-nyami. Mengingatkan saya akan kue goodtime yang enak itu🙂

beginilah jadinya kalo lagi foto kue ditemenin atau gak sengaja ketauan nona marsya. Gatel beneer ga sabaran pingin nyimit kuenya.. -_-

Sedikit review  dan reminder kalo-kalo mau buat kue ini lagi:

  • Dengan kadar kemanisan gula di Jepang yang katanya gak semanis gula di Indonesia, setelah saya kurangi jumlah gula dari resep contekan, Hasilya, rasa kue tetep manis tapi tidak berlebihan. Pas dengan selera saya dan anggota geng di rumah.
  • Ketika membentuk adonan untuk disimpan di loyang saya ambil kira-kira 1 sdm adonan, jadi besar si kue kira-kira diameternya 2,5 cm. Tadinya saya pikir setelah dipanggang kuenya gak bakalan meleber karena konsistensi si adonan cukup padat. Tapi ternyata meleber juga, dan diameter kue jadi +/- 4,5 cm. Jadi, kalau mau kuenya gemuk-gemuk, mungkin bisa menggunakan takaran 1 sdm untuk tiap adonan kue yang disimpan di loyang, tapi kalau untuk kue yang lebih ramping dan mungil 1/2 sdm takaran cukup .
  • jangan lupa setting oven disesuaikan dengan oven masing-masing di rumah. Biasanya saya mengurangi lama pemanggangan beberapa menit atau menurunkan suhu pemanggangan 10-20 derajat  dari yang disarankan di resep untuk menghindari kue gosong atau terlalu matang.
  • kalau baru matang si cookies ini biasanya keras di bagian tepi, tapi di bagian dalam agak lembek atau seperti melempem konsistensinya. Cek bagian bawah kue, kalau sudah kecoklatan biarkan dulu diangin-anginkan, nanti kalau sudah dingin kue akan mengeras dan ketika digigit sensasinya crunchy. Kalau belum kecoklatan merata, perlu dipanggang lagi, tapi jangan kelamaan juga ya.. perlu rajin dicek😀  Berkaca padapengalaman sebelumnya, karena saya pikir kue belum matang ( masih lembek tengahnya), saya panggang terus sampai kuenya keras semua bagian, padahal bagian bawah kue udah coklat banget–nyaris gosong2 . Alhasil setelah dingin kuenya jadi keras kaya batu. Serasa dihukum deh makan kuenya.. hihihi

Selamat bereksperimen!

warm regards,

Mamiko Marsya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s