Sundanese Snacks : Serabi Kinca

Dalam rangka ‘merapikan’ arsip hasil eksperimental saya di dapur, kali ini saya mau kembali mengenang masa-masa membuat serabi kinca. Salah satu cemilan khas orang sunda ini bahan dasarnya dari santan dan tepung. Kali ini berhubung bahan dan peralatan yang terbatas, saya browsing resepnya dari orang-orang Indonesia yang lagi merantau ke negeri orang, dengan harapan mereka juga pake alat dan bahan seadanya.

Pencarian saya terhenti di sebuah forum muslimah Jepang, Fahima. Lumayan juga ngubek-ngubek bank resep disana. Selain menambah inspirasi buat masak, mbak-mbak yang posting resep disana cukup kreatif dengan menggunakan bahan dan alat yang simple tapi tetap bisa menghasilkan makanan yang nikmat🙂

Nah kebetulan juga saya nemu resep serabi pandan atau saya sering sebut si surabi kinca di forum ini. Saya lihat bahan dan metode yang digunakan sederhana dan kebetulan ada di bunker bahan masak. Gak pake mikir, langsung dibuat deh!

Serabi Pandan

Link resep disini 

Untuk serabi :
500 cc air
300 gr terigu all purpose
3 sdm gula pasir
1 sdt garam
3 butir telur
2 sdt baking powder
pasta pandan secukupnya

Kinca :
200 gr gula merah
1000 cc air
daun pandan (bila ada)
3 sdm santan bubuk
1/2 sdt garam
1 sdm tepung maizena dilarutkan dgn 2 sdm air
—>rebus semua bahan

Cara memasak:
Aduk semua bahan serabi, sampai licin kalau kurang licin saring.
Biarkan setengah jam lalu di masak diwajan .
Olesi minyak pake kuas aja, agar licin. Api digunakan paling kecil.
Bagusnya gak ditutup biar jadinya kelihatan nyarang/lubang2.

 

Oiya, untuk wajan penggorengannya, karena disini gak ada cetakan serabi, saya coba masak dengan menggunakan panci kecil beli di Toko 100 Yen  ダイソ yang diameternya paling kecil. Berhubung si panci ini murah-meriah-muntah.. jadi emang kudu agak sabar ketika masak si serabi ini, soalnya wajannya tipiiiss… jadi harus menggunakan api kecil. Kalo nggak, siap-siap gosong deh..😀  Selain itu memang hasil akhir serabinya tepos, alias gak menggendut di bagian tengahnya seperti serabi pada umumnya, tapi menurut saya lumayan banget buat jadi pengobat rindu makanan dari kampung Sunda..

 

Wilujeng Nyobian … :p

 

Warm regards,

 

Mamiko Marsya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s